Satu minggu yang lalu dapat tantangan menulis dari sahabat
baik sebanyak 300 kata alias 1 halaman penuh ukuran A4 dengan 1.5 spasi. Sulit ?
iya, karena saya tidak pandai menulis apalagi panjang, karena profesi saya mengajarkan
menulis dengan cara singkat, padat, namun semua pesan tersampaikan. Tapi
tantangan sudah diterima mari kita laksanakan.
First thing to do
first , mengamati lingkungan sekitar berharap ada sesuatu yang bisa
dijadikan tulisan, pokoknya harus yang MENARIK biar semangat nulisnya, berhari
hari menjadi lebih peka, ngobrol sana sini ga dapat ide juga, kadang jadi kaya
zombie diajak ngomong ga konek cuma balas dengan tatapan kosong, emang beneran
kosong sih, mikir juga bingung mau mikir apaan. Maklum baru pertama menulis
pinginnya langsung bombastis dan kalau bisa dapat penghargaan Pulitzer *tukkk, jitak diri sendiri*.
Akhirnya coba metode lain, berpikir kedalam diri, menelaah,
mengira-ngira apa yang menarik dari kehidupan pribadi mungkin bisa bermanfaat
buat orang lain, as usual tidak menemukan
yang menarik, paling tidak itu menurut saya. Semua sudah bekerja secara auto mobile tinggal pencet tombol ON
setiap pagi dan pencet OFF saat malam. Hari ini deadline setor tantangan
menulis, dan masih belum menemukan ide.
Pagi tadi sambil menuju kamar mandi dan dilanjut dengan
mandi tiba tiba banyak ide, memang kalau kepepet biasanya nemu jalan keluar
*jangan dicontoohhhh yaa* . “hmmm mungkin menulis soal resep pisang goreng,
isshh tapi siapa yang ga bisa bikin pisang goreng”, “oh apa baiknya soal anak?”,
“hmmm apa soal tagline yah?, tapi belum
siap banget” ..Arrgghhhhhhh saya binguunnnggggggg (yesss lumayan hurufnya
kepake banyak). Jadi makin salut dengan profesi penulis, ngebayangin tiap step
yang mereka lakukan untuk menghasilkan sebuat tulisan yang baik wong saya disuruh nulis satu saja engga kelar kelar.
Oh iya, saya belum cerita kalau ada deadline jamnya juga,
jam 20.00 wib, dan sekarang kira kira tinggal 5 jam lagi. Ahhh…. Belum dapat
ide juga padahal tadi makan siang pake daging empal dengan maksud menutrisi
otak supaya encer dan ide mengalir deras seperti air di bendungan Katulampa melalui
jari jari dalam ketikan menjadi sebuah tulisan yang maha bagus, tapi tampaknya empal
itu hanya mengendap dalam perut dan cuma bikin ngantuk.
Tiba tiba saya ingat kata kata mantan boss galak dikantor
lama “Saya ga suka dapet jawaban “saya pikir” kalau kerja itu jangan mikir tapi
dikerjain, kalau mikir kapan kerjanya”, yep! Berasa diselepet karet kalau inget
kata kata ini. Langsung ambil posisi duduk manis depan komputer buka ms words dan mulailah saya bercerita.
Horeeee … saya berhasil menyelesaikan tantangan menulis
meskipun tidak tepat dibilang tulisan, tapi saya hanya coba menjadi jujur dalam
awal belajar menulis dan siap untuk tantangan menulis berikutnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar