Selasa, 26 April 2016

Tantangan Menulis

Satu minggu yang lalu dapat tantangan menulis dari sahabat baik sebanyak 300 kata alias 1 halaman penuh ukuran A4 dengan 1.5 spasi. Sulit ? iya, karena saya tidak pandai menulis apalagi panjang, karena profesi saya mengajarkan menulis dengan cara singkat, padat, namun semua pesan tersampaikan. Tapi tantangan sudah diterima mari kita laksanakan.

First thing to do first , mengamati lingkungan sekitar berharap ada sesuatu yang bisa dijadikan tulisan, pokoknya harus yang MENARIK biar semangat nulisnya, berhari hari menjadi lebih peka, ngobrol sana sini ga dapat ide juga, kadang jadi kaya zombie diajak ngomong ga konek cuma balas dengan tatapan kosong, emang beneran kosong sih, mikir juga bingung mau mikir apaan. Maklum baru pertama menulis pinginnya langsung bombastis dan kalau bisa dapat penghargaan Pulitzer *tukkk, jitak diri sendiri*.

Akhirnya coba metode lain, berpikir kedalam diri, menelaah, mengira-ngira apa yang menarik dari kehidupan pribadi mungkin bisa bermanfaat buat orang lain, as usual tidak menemukan yang menarik, paling tidak itu menurut saya. Semua sudah bekerja secara auto mobile tinggal pencet tombol ON setiap pagi dan pencet OFF saat malam. Hari ini deadline setor tantangan menulis, dan masih belum menemukan ide.

Pagi tadi sambil menuju kamar mandi dan dilanjut dengan mandi tiba tiba banyak ide, memang kalau kepepet biasanya nemu jalan keluar *jangan dicontoohhhh yaa* . “hmmm mungkin menulis soal resep pisang goreng, isshh tapi siapa yang ga bisa bikin pisang goreng”, “oh apa baiknya soal anak?”, “hmmm apa soal  tagline yah?, tapi belum siap banget” ..Arrgghhhhhhh saya binguunnnggggggg (yesss lumayan hurufnya kepake banyak). Jadi makin salut dengan profesi penulis, ngebayangin tiap step yang mereka lakukan untuk menghasilkan sebuat tulisan yang baik wong saya disuruh nulis satu  saja engga kelar kelar.

Oh iya, saya belum cerita kalau ada deadline jamnya juga, jam 20.00 wib, dan sekarang kira kira tinggal 5 jam lagi. Ahhh…. Belum dapat ide juga padahal tadi makan siang pake daging empal dengan maksud menutrisi otak supaya encer dan ide mengalir deras seperti air di bendungan Katulampa melalui jari jari dalam ketikan menjadi sebuah tulisan yang maha bagus, tapi tampaknya empal itu hanya mengendap dalam perut dan cuma bikin ngantuk.

Tiba tiba saya ingat kata kata mantan boss galak dikantor lama “Saya ga suka dapet jawaban “saya pikir” kalau kerja itu jangan mikir tapi dikerjain, kalau mikir kapan kerjanya”, yep! Berasa diselepet karet kalau inget kata kata ini. Langsung ambil posisi duduk manis depan komputer buka ms words dan mulailah saya bercerita.


Horeeee … saya berhasil menyelesaikan tantangan menulis meskipun tidak tepat dibilang tulisan, tapi saya hanya coba menjadi jujur dalam awal belajar menulis dan siap untuk tantangan menulis berikutnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Belajar dari pengalaman orang lain untuk membantu orang lain


Ingat cerita si "A" ? , si "F" juga mengalami hal yang sama